Rabu, 02 Juni 2010

IPSNU Pagar Nusa

A. Pencak Silat

Beberapa pengertian Pencak Silat menurut para pakar dintaranya sebagai berikut: Abdus Syukur menyatakan bahwa, Pencak adalah gerakan langkah keindahan dengan menghindar yang disertakan gerakan berunsur komedi. Pencak dapat dipertontonkan sebagai sarana hiburan, sedangkaan Silat adalah unsur teknik bela diri menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak dapat diperagakaan di depan umum.

Mr.wongsonegoro, ketua IPSI yang pertama mengatakan bahwa, Pencak adalah gerakan serang bela, berupa tari dan berirama dengan peraturan adat kesopanan tertentu yang bisa dipertunjukkan di depan umum. Silat adalah inti sari dari pencak, yakni kemahiran untuk perkelahian atu membela diri mati-matian yang tidak dapat dipertunjukkan di depan umum.

Imam Koesoepangat, mengatkan Pencak merupakan gerakan bela diri tanpa lawan, sementara silat sebagai bela diri yang tidak boleh dipertandingkan.

Maryono menyimpulkan, bahwa yang menjadi criteria untuk membedakn arti “Pencak dan arti Silat” adalah apakaah sebuah gerakan itu boleh dipertontonkan atau tidak. Tokoh-tokoh pendiri IPSI akhirnya sepakat untuk tidak membedakan pengertian Pencak dengan Silat karena kedua kata tersebut memang mempunyai pengertian yang sama.

Kata Pencak maupun Silat sama-sama mengandung pengertian kerohanian, irama, keindahan dan kiat maupun praktek, kinerja atu aplikasinya. Pada akhrnya , PB.IPSI beserta BAKIN pada tahun 1975 mendefinisikan sebagai berikut: Pencak Silat adalah hasil budaya mnusiaa Indonesiaa untuk membela, mempertahnkan eksistensi (kemandiriannya) dan Integritasnya (manunggal) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningktkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aspek-aspek Pencak Silat Pencak mengandung beraneka ragam aspek.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) secara substansial memandang pencak silat sebagai suatu kesatuan (Catur Tunggal), seperti tercermin dalam senjata trisula pada laambang IPSI. Ketiga ujung trisula melaambangkaan, unsure Seni, beladiri dan olahraga dan gagngnya mewakili unsure mental-spiritual. Penampakan tiap-tiap spek pencak silaat tersebut menggambarkan tujuan keberadan satu sama lain sebagi satu kesatuan. Sebagi aspek mental-spiritual, pencak silat lebih banyak menitik beratkaan pada pembentukaan sikap dan watak kepribadian pesilat yang sesuai dengan falsafah budi pekerti luhur. Pada spek Bela diri, Pencak Silat bertujuan untuk memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya.

Aspek Seni dari pencak silat merupakan wujud kebudayaan dalam bentuk kaidah gerak dan irama, sehingga perwujudan taktik ditekankan kepada keselarsan, keseimbangan dan keserasian antaraa Wiraga, Wirama dan Wirasa. Keempat aspek tadi, selanjutnya mendasari pengembangan Pencak Silat menjadi 4 tujuan, yaitu:

1. pencak silat mental-spriritual,

2. pencak silat beladiri,

3. pencak silat seni, dan

4. pencak silat olahraga.

Sedangkan Pencak silat sebagai budaya asli dari bangsa Indonesia memiliki banyak aliran tersendiri sebagai dari ciri khas dari setiap keadaan dan kondisi yang ada.

B. Pagar Nusa

Nama lengkap organisasi ini adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa. IPSNU Pagar Nusa adalah satu - satunya wadah yang sah bagi organisasi pancak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama’ berdasarkan keputusan Muktamar. Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama’ yang penyelenggaraan dan pertanggung jawabannya sama sebagaimana lembaga - lembaga NU lainnya.

Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya. Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat dan beladiri dengan segenap aspeknya dari fisik sampai mental, dari pendidikan sampai sistem pengamanan dan lain - lain merupakan bidang garapan bagi lembaga ini.

1. Visi & Misi

Pagar Nusa ber-Aqidah ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan asas organisasi Pancasila. Pagar Nusa mengusahakan : Berlakunya Ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan negar kesatuan Repubil Indonesia yang ber-Pancasila. Pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat baik seni, beladiri, mental spiritual, maupun olahraga / kesehatan khususnya di lingkungan NU maupun di lingkungan warga bangsa lain pada umumnya.

2. Angota

Keanggotaan diatur dalam Peraturan Dasar dengan kriteria mudah yaitu

warga Nahdlatul Ulama’ : Mulai kanak - kanak sampai sesepuh ( batasan usia ) Dari yang belum mengenal pencak silat sampai yang mahir ( batasan kemampuan ) Sistem penjenjangan anggota dll, disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan kebutuhan

Materi Pencak Silat Pagar Nusa

Materi Pencak Silat Pagar Nusa Baku di susun oleh tim yang terdiri dari dewan dan sumber lain dari berbagai aliran asli dari seluruh Indonesia seperti Cimande, Cikaret, Cikampek, Cikalong, Minang, Mandar, Mataram, dll.

secara sistematis dengan metode modern. Penyusunan jurus baku, baik fisik maupun non fisik dilakukan secara bertahap, memakan waktu bertahun - tahun dan sampai kini masih dilakukan penggalian - penggalian untuk paket selanjutnya. Materi baku telah dilengkapi Buku Panduan bergambar, Kaset, dan VCD, dapat dibeli di bagian perlengkapan pusat. ( Khusus Organisasi )

3. Manfaat

Bergabung dengan Pagar Nusa bermanfaat, baik sosio kultural, edukatif maupun personal.

C. Sejarah Ringkas Cimande.

Semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dsb. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Ada 3 versi utama yang sering diperdebatkan, yaitu:

1. Versi Pertama

Ini adalah versi yang berkembang di daerah Priangan Timur (terutama meliputi daerah Garut dan Tasikmalaya) dan juga Cianjur selatan. Berdasarkan versi yang ini, Abah Khaer belajar Silat dari istrinya. Abah Khaer diceritakan sebagai seorang pedagang (dari Bogor sekitar abad 17-abad 18) yang sering melakukan perjalanan antara Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dsb. Dan dalam perjalanan tersebut beliau sering dirampok, itu terjadi sampai istrinya menemukan sesuatu yang berharga.

Suatu waktu, ketika Abah Khaer pulang dari berdagang, beliau tidak menemukan istrinya ada di rumah... padahal saat itu sudah menjelang sore hari, dan ini bukan kebiasaan istrinya meninggalkan rumah sampai sore. Beliau menunggu dan menunggu... sampai merasa jengkel dan khawatir... jengkel karena perut lapar belum diisi dan khawatir karena sampai menjelang tengah malam istrinya belum datang juga.

Akhirnya tak lama kemudian istrinya datang juga, hilang rasa khawatir... yang ada tinggal jengkel dan marah. Abah Khaer bertanya kepada istrinya... "ti mana maneh?" (Dari mana kamu?) tetapi tidak menunggu istrinya menjawab, melainkan langsung mau menempeleng istrinya. Tetapi istrinya malah bisa menghindar dengan indahnya, dan membuat Abah Khaer kehilangan keseimbangan. Ini membuat Abah Khaer semakin marah dan mencoba terus memukul... tetapi semakin mencoba memukul dengan amarah, semakin mudah juga istrinya menghindar. Ini terjadi terus sampai Abah Khaer jatuh kecapean dan menyadari kekhilafannya... dan bertanya kembali ke istrinya dengan halus "ti mana anjeun teh Nyi? Tuluy ti iraha anjeun bisa Ulin?" (Dari mana kamu? Lalu dari mana kamu bisa "Main"?).

Akhirnya istrinya menjelaskan bahwa ketika tadi pagi ia pergi ke sungai untuk mencuci dan mengambil air, ia melihat Harimau berkelahi dengan 2 ekor monyet. (Salah satu monyet memegang ranting pohon.) Saking indahnya perkelahian itu sampai-sampai ia terkesima, dan memutuskan akan menonton sampai beres. Ia mencoba mengingat semua gerakan baik itu dari Harimau maupun dari Monyet, untungnya baik Harimau maupun Monyet banyak mengulang-ngulang gerakan yang sama, dan itu mempermudah ia mengingat semua gerakan. Pertarungan antara Harimau dan Monyet sendiri baru berakhir menjelang malam.

Setelah pertarungan itu selesai, ia masih terkesima dan dibuat takjub oleh apa yang ditunjukan Harimau dan Monyet tersebut. Akhirnya ia pun berlatih sendirian di pinggir sungai sampai betul-betul menguasai semuanya (Hapal), dan itu menjelang tengah malam.

Apa yang ia pakai ketika menghindar dari serangan Abah Khaer, adalah apa yang ia dapat dari melihat pertarungan antara Harimau dan Monyet itu. Saat itu juga, Abah Khaer meminta istrinya mengajarkan beliau. Ia berpikir, 2 kepala yang mengingat lebih baik daripada satu kepala. Ia takut apa yang istrinya ingat akan lupa. Beliau berhenti berdagang dalam suatu waktu, untuk melatih semua gerakan itu, dan baru berdagang kembali setelah merasa mahir. Diceritakan bahwa beliau bisa mengalahkan semua perampok yang mencegatnya, dan mulailah beliau membangun reputasinya di dunia persilatan.

Daftar Pustaka

Sheikh Shamsuddin (2 April 2010). The Malay Art Of Self-defense: Silat Seni Gayong. North Atlantic Books.

www.kpsnusantara.com/reflect/malay/Profil Pencak Silat. Cimande diakses tanggal 04-03-2010

Quintin Chambers and Donn F. Draeger (2 April 1979). Javanese Silat: The Fighting Art of Perisai Diri.

pagarnusacimande.blogspot.com/2009/04/, diakses tanggal 04-03-2010.

Donn F. Draeger (2 April 1992). Weapons and fighting arts of Indonesia. Rutland, Vt. : Charles E. Tuttle Co.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat

Selasa, 01 Juni 2010

Tambahan Pengetahuan Tehnik Pertandingan

sedikit dari banyak teory pertandingan yang harus qt kuasai..... yo smangat-smangat...

Jumat, 21 Mei 2010

Tanding Seni

Sabtu, 20 Maret 2010

Selasa, 16 Maret 2010

Pemberitahuan Untuk Warga IPSNU Pagar Nusa

Di harapkan kepada seluruh warga pencak silat Pagar Nusa,untuk berjuang menjungjung tinggi nama baik Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Akhir-akhir ini kita mendapati bahwa sejak beberapa bulan yang lalu telah marak adanya pelecehan terhadap atribut ke-Pagar Nusa-an ataupun terhadap salah satu tokoh karismatik kita oleh pihak yang benar-benar tidak bertanggung jawab....

Bahkan dengan adanya pelecehan tersebut Para Kyai dan Ulama Nahdlatul ulama tingkat jawa timur telah mengelar pertemuan dengan salah satu pokok pembahasan adanya pelecehan terhadap salah satu Tokoh Kharismatik kita, beliau adalah Almagfurlah KH Ma'sum Jauhari (salah satu Kyai di Ponpes Lirboyo Kediri. Dengan adanya pelecehan yang berupa kata-kata, Gambar yang menyebar di dunia Maya,yang dianggap sanggat melecehkan, menghina Kyai dari Ponpes Lirboyo Kediri dan umumnya warga Nahdlatul Ulama.( bahkan dalam alamat ini kami banyak mendapati Penghinaan kepada beliau ) .

kita (Pagar Nusa) terlahir dari hasil keputusan Para Kyai Jawa, yang bertujuan untuk menyatukan beberapa perguruan pencak silat yag ada di pesantren-pesantren dengan tujuan sebagai Pagar dari NU dan Bangsa, kita berjalan beriring dengan Restu dari para Kyai... kita telah memilih jalan yang tepat.... sebagai pelindung NU yang didalamnya terdiri dari para kyai dan orang-orang yang menuntun kita agar umat islam berjalan menuju jalan yang benar-benar diridhlai oleh Allah SWT.. Akhirnya kami berharap agar semua aliran beladiri yang ada tidak saling menghina dan bermusuhan, semoga pihak yang memulai penghinaan ini akan mendapatkan rahmat dari Allah...... Amin.... .

Atas Nama

Ketua Pagar Nusa Rayon Ponpes HY Lirboyo

Senin, 11 Januari 2010

Nunchaku

Haul dan Haflah Akhirusanah Ponpes HY lirboyo

Pagar Nusa Ponpes Lirboyo